Pengetesan dan Pengukuran Resistor Dengan Menggunakan Multitester

Pengetesan dan pengukuran  resistor dengan menggunakan multitester - Pada postingan sebelumnya kami sudah membahas bagaimana cara menghitung resistor berdasarkan gelang warna dan kode angka pada body transistor. Setelah kita memahami penghitungan resistor  melalui kode warna dan kode angka, kali kami akan membahas bagaimana cara menghitung  nilai resistansi, memeriksa, atau melakukan pengetesan pada resistor dengan menggunakan avo meter atau multitester.

Baca Juga


Pengetesan atau pengukuran resistor dengan menggunakan multitester selain bertujuan untuk mengetahui nilai resistansi dari resistor, juga bisa digunakan untuk menentukan apakah resistor masih dalam keadaan bagus atau sudah rusak. Sebuah resistor dinyatakan rusak jika memiliki gejala sebagai berikut.

  1. Nila resistor hasil ukur menggunakan ohm meter atau multitester tidak sesuai dengan nilai yang tercantum pada body resistor tersebut. Hal ini berlaku untuk resistor jenis resistor tetap
  2. Tidak ada nilai hambatan pada hasil pengukuran. Hal ini terjadi karena resistor sudah putus
  3. Untuk resisitor variabel biasanya nilai hambatan berubah-ubah meskipun rotor tidak digerakan.

Ket: Pada sebuah rangkaian gejala yang ditimbulkan karena kerusakan resistor sangat berbeda-beda tergantung fungsi resistor dalam rangkaian tersebut.



Dengan cara mengukur resistor mengunakna alat kemudian membadingkan dengan nilai yang terlihat dari kode warna angka, kita bisa menentukan apakah resistor dalam keadaan bagus atau sudah rusak. Berikut ini adalah langkah cara melakukan pengetesan resistor dengan mengguanakan alat yang bernama ohm meter atau multitester


Pengetesan resistor dengan menggunakan multitester atau ohm meter


Ada dua cara untuk melakukan pemeriksaan dengan menggunakan multitester, yaitu menggunakan multitester analog dan multitester digital. Untuk melakukan pengetesan resistor yang berada dalam sebuah rangkaian, pada umumnya kita harus melepas resistor tersebut sehingga yang terbaca hanyalah resistor yang diperiksa dan bukannya komponen lain dalam rangkaian tersebut. Namun jika hendak memerika resistor tanpa melepasnya dari  rangkaian, maka harap diperhatikan dari kemungkinan rangkaian paralel pada resistor tersebut.

a. Pemeriksaan resistor menggunakan Multitester Analog


Ketika melakukan pemeriksaan resistor, maka kita diharuskan untuk mengetahui dari nilai resistor tersebut dengan cara melihat kode warna atau kode angkanya. Dengan begitu kita mengetahui nilai resistor yang akan kita periksa.

Baca di sini : 

Sebagai contoh kita akan memeriksa sebuah resistor dengan kode warna: kuning, ungu, hitam, dan emas dari hasil perhitungan melihat warna maka kita peroleh nilai resistansi resistor sebesar 47 ohm dengan toleransi 5%. Berikut adalah cara melakukan pengetesan dengan multitesteranalog:

Sebelum kita ukur resistor kita perhatikan dulu skala saklar fungsi pada multitester. Biasanya pada skala yang ada pada saklar fungsi adalah  X1, X10, X100, X1K, X10K . Selanjutnya kita sesuaikan posisi saklar fungsi yang akan kita gunakan.


Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
skala saklar fungsi multitester
  • Jika resistor yang akan diukur nilainya dibawah 10 ohm maka kita posisikan saklar fungsi ke nilai X1
  • Jika resistor yang akan diukur nilainya diatas 10 ohm dan dibawah 100 ohm berarti saklar fungsi diposisikan pada nilai X100
  • Jika resistor yang akan diukur nilainya di atas 100 ohm dan dibawah 1000 ohm (1K) maka kita posisikan saklar fungsi ke nilai X1K
  • Jika resistor yang akan diukur nilainya diatas 1K ohm maka kita posisikan saklar fungsi ke nilai X10K 

    Intinya nilai resistor yang akan kita ukur harus berapa pada rentang nilai pada saklar fungsi. Sekarang kita lanjut ke tehnik pengukuran.

    • Posisikan saklar fungsi pada rentang yang dibutuhkan sesuai nilai resistor yang akan diukur seperti yang sudah dijelaskan di atas.
    • Hubungkan probe merah dan hitam multitester kemudian perhatikan jarum multitester. kemudian atur posisi jarum supaya menunjuk ke angka Nol (0) dengan cara memutar potensio (adjuster) yang berada tepat dibawah jarum . Hal ini bertujuan supaya hasil pengukuran menjadi akurat. Istilah ini disebut kalibrasi 
    • Hubungkan probe multitester pada kaki  resistor, penempatan probe bisa bolak balik karena resistor tidak memiliki polaritas.
    • Baca hasilnya dengan melihat nilai yang ditunjukan oleh jarum

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
    Letak skala pembacaan hasil pengukuran ohm 

    Contoh 1: 

    Nilai resistor yang akan diukur adalah resistor dengan nilai hambatan sebesar 47 ohm. dengan demikian berarti saklar fungsi diposisikan ke skala X1. Jika jarum menujuk ke angka 47 pada skala jarum, maka resistor dalam kedaan bagus. Namun jika jarum menunjukan ke angka yang jauh lebih besar atau jauh lebih kecil berarti nilai resistor sudah berubah dan  harus diganti. Kemudian jika jarum tidak bergerak berarti resistor sudah putus.


    Contoh 2.

    Resistor dengan nilai 150 K. Berarti posisi saklar fungsi harus ke posisi X10K, Dengan demikian ketika diukur oleh multitester analog jarum mustimeter harus menujuk ke angka  15.

    15x 10K = 150K


    ket :

    Letak jarum kemungkinan tidak akan persis tepat menunjuk ke angka yang sesuai dengan nilai resistor, hal ini bisa disebabkan karena toleransi yang ada pada resistor. Sehingga hasil pengukuran bisa sedikit lebih kecil atau lebih besar dari nilai yang ditujukan oleh kode warna pada resistor tersebut.

    Jika kita salah mengatur saklar fungsi maka pengukuran akan sangat sulit untuk dibaca, atau bahkan tidak nilainya tidak terbaca oleh multitester. Sebagai contoh misalnya kita akan mengukur resistor dengan nilai 150K kemudian kita posisikan saklar fungsi ke skala X1. Maka dari hasil pengukuran kemungkina jarum tidak akan bergerak. Kalaupun bergerak, maka jarum akan bergerak sedikit saja

    b. Pemeriksaan resistor menggunakan Multitester Digital


    Ketika menggunakan multitester analog untuk memeriksa sebuah resistor maka kita masih harus menebak atau menghitung hasil yang ditunjuk oleh jarum multitester misalnya angka yang ditunjuk oleh jarum itu 50,5 ohm atau 50,8 ohm. Kita  juga diharuskan melakukan kalibrasi yaitu merubah posisi jarum ke angka nol sebelum pengukuran. Namun dengan menggunakan multitester digital hal tersebut tidak perlu dilakukan lagi karena nilai yang ditampilkan pada LCD adalah nilai yang sebenarnya. Selain itu tidak perlu dilakukan kalibrasi sebelum melakukan pengukuran resitor seperti halnya menggunakan multitester analog.

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
    multitester digital


    Cara pengukuran resistor menggunakan multitester digital
    • Pertama, rubah posisi saklar fungsi ke posisi ohm ( ada lambang ohm )
    • Tempatkan kedua probe multitester ke kaki resistor 
    • Lihat nilai yang ditunjukan pada LCD multitester. Nilai yang ditunjukan pada display atau LCD adalah nilai yang sebenarnya.

    Jika Anda seorang pemula dan hendak mengukur nilai hambatan resistor yang ada pada rangkaian, Maka sebaiknaya lepas terlebih dahulu salah satu kakinya. Hal ini bertujuan supaya pengukuran lebih mudah dilakukan dan mendapatkan nilai yang akurat.


    Mengunakan multitester digital sangat lebih mudah dibanding menggunakan multitester analog. Selain itu menggunakan multimenter digital akan dipatkan hasil ukur yang akurat.


    Pengujian dan Pengukuran Resistor Variabel


    Resistor variabel/Variable resistor (VR) disebut juga sebagai potensiometer atau rheostat, menggunakan suatu pisau besi yang memutar sepanjang cincin film resistif/resistif film. Anda dapat mengubah nilai resistansinya dengan memutar tombolnya.

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
    Resistor variabel yang biasa Nilai 5 K Ohm dicetak pada bagian belakang ditemukan di pasaran

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
    Bagian Dalam Resistor Variabel

    Kegagalan pada variable resistor biasanya terjadi karena sambungan yang kadang nyambung kadang tidak /intermittent antara pisau penyapu dan lapisan resitif. Kadangkala dapat juga terbakar karena
    menyebabkan putusnya sambungan. Harap diperhatikan bahwa lapisan resistif ini akan menipis akibat wiper yang bergerak bolak-balik melewatinya. Hal ini akan menyebabkan sambungan yang tidak bagus pada beberapa titik. Sambungan yang tidak bagus ini dapat menjadi penyebab beberapa masalah operasi yang tidak menentu.

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester


    Perbaikan Resistor Variabel


    Jika terjadi sambungan/koneksi intermittent yang disebabkan oleh debu dan kotoran, gunakanlah pembersih sambungan elektroník berbasis minyak atau electronic oil- based contact cleaner yang dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Tetapi, jika masalah ini disebabkan oleh ausnya lapisan resistif, maka pilihan solusinya hanya dengan mengganti variabel resistor.

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
    Membersihkan variabel resistor dengan contact cleaner


    Anda dapat memeriksa resistansi dari variabel resistor menggunakan multimeter analog.Setel jangkauan ohm sebagaimana terlihat pada gambar dibawah.

    Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
    Pengujian Resistor dengan AVO meter


    Menguji variable resistor menggunakan multimeter analog


    Jika anda mengukur kaki 1 dan 3 maka didapatkan pembacaan nilai variable resistor. Pasang satu  robe pada kaki 1 dan 2 (a) variable resistor sementara probe yang satunya pada kaki 3. Putar tombol searah jarum jam dan melawan arah jarum jam untuk melihat perubahan nilai resistansi.

    Multimeter haruslah menunjukkan pembacaan yang halus. Jika pembacaan tidak menentu maka penunjuk akan bergerak tidak terkendali atau juga tersendat. Anda dapat memperbaiki atau mengganti variabel resistor yang seperti ini.

    Apabila nilaí resistansi variabel resistor adalah 10kΩ, maka nilai permbacaan harus bervariasi dari 0 Ω hingga 10KΩ. Begitu juga sebaliknya jika anda memutar kembali ke arah yang sebaliknya.

    Berkut adalah beberapa perhitungan sederhana untuk menjelaskan makna dari kode yang tercetak pada varíable resistor:

    12 = 100 = 100 ohm
    13 = 1000 = 1000 ohm = 1 Kilo Ohm
    54 = 50000 = 50000 ohm= 50 Kilo Ohm
    102 = 1000 = 1000 ohm = 1 Kilo Ohm
    203 = 20000 = 20000 ohm = 20 Kilo Ohm
    523 = 52000 = 52000 ohm = 52 Kilo Ohm

    Testing Preset merupakan versi mini dari variabel resistor standar. Testing preset dirancang untuk terpasang secara langsung pada PCB dan disetel hanya ketika rangkaian dibangun. Sebagai contoh setelan warna pada monitor warna dilakukan dengan mengubah preset yang terdapat pada CRT board.

    Sebuah obeng plastik atau peralatan lain yang sesuai digunakan untuk mengubah setelan. Resistor Preset ini lebih murah dibandingkan resistor variabel standar sehingga kadangkala digunakan dalam proyek elektronik yang biasanya menggunakan variabel resistor standar. Testing preset sama persis dengan variable resistor dan dapat diperiksa dengan prosedur pengujian yang sama dengan variable resistor.

    Itulah penjelasan mengenai cara melakukan pengukuran pada resistor dengan menggunakan multitester. Semoga bermanfaat


    Sumber Artikel:
    Pengalaman pribadi, modul pengujian komponen elektronika (terjemahan masimmow), dan sumber lainnya

    4 komentar


    EmoticonEmoticon