Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda

Ketika memeriksa sebuah komponen Dioda, kita memerlukan sebuah metode khusus untuk melakukannya. Jika kita tidak mengetahui cara melakukan pemeriksaan pada dioda secara tepat dan Akurat, kita tidak akan mampu memperbaiki atau menemukan kesalahan sebuah rangkaian elektronik yang disebabkan oleh kerusakan dioda.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda
Betuk fisik dan simbol dioda

Kerusakan Pada Dioda Penyearah yang sering terjadi


Pada sebuah rangkaian elektronika, dioda dilambahkan dengan simbol dioda yang disertai dengan huruf D. Namun untuk rangkaian yang relatif kecil ( misalnya komponen SMD) biasanya hanya ditandai dengan huruf D saja. Masalah yang biasanya terjadi pada komponen dioda diantaranya adalah:
  1. Dioda Putus
  2. Hubung singkat rangkaian atau konslit
  3. Dioda bocor 
  4. Breakdown ketika diberi beban penuh
Untuk jenis kerusakan pada poin 1,2 dan 3, bisa digunakan multimenter biasa. Namun untuk kerusakan breakdown ketika dibebani secara penuh tidak bisa menggunakan mulitmeter biasa

Untuk Dioda yang breakdown ketika dibebani secara penuh jika diperiksa menggunakan multimeter biasa akan menunjukan hasil yang bagus. Namun dioda ini akan gagal ketika sebuah tegangan tinggi mengalir melewati dioda ini.

Menguji dan Mengukur Dioda Penyearah biasa


Menguji sebuah dioda dengan mulitmeter analog akan lebih akurat dan presisi jika dibandingkan dengan menggunakan multimeter digital. Untuk penjelasannya mengapa lebih baik multimeter analog bisa dicek pada postingan ini

Langkah pertama dalam pengujian

Untuk memastikannya, kita harus mengangkat atau melepas salah satu kaki dioda dari rangkaian untuk menghindari gejala back circuit. Kecuali jika kita yakin dengan board yang kita periksa. Terkadang kita dapat menemukan dioda yang rusak ketika memeriksanya di papan rangkaian tanpa melepas satu kakinya. Untuk hal ini pengalaman kita akan mengajarkan apakah kita harus memeriksa dioda dengan melepasnya (secara on-board) atau tanpa melepasnya (secara off-board).

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda pada rangkaian


Jika anda seorang pemula, saya sarankan agar ketika memeriksa dioda dilakukan dengan cara melepasnya dari board untuk menghindarkan diri dari keraguan terhadap hasil pengukuran multimeter.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda penyearah


Jika probe terbalik, jarum penunjuk tidak akan bergerak sama sekali arus dioda umpan maju dan terbalik. Sambungkan probe merah multimeter ke kaki katoda dan hitam ke kaki anoda, dioda di beri bias maju/forward bias dan multimeter harus menunjukkan pembacaan nilai resistansi tertentu. Pasang probe hitam multimeter ket

Setel multimeter analog pada jangkauan x1 ohm untuk memeriksa kebocoran katoda dan probe merah ke anoda, dioda di bias mundur/reverse bias dan harus tidak ergerak. Jika kita mendapati menunjuk nilai tertentu atau jarum multimeter tidak pembacaan nilai pada kedua posisi diatas berarti kemungkinan besar dioda hubung singkat atau bocor sehingga harus diganti.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda penyearah dengan avo digital


Jika kita tidak mendapatkan hasil pembacaan dalam kondisi bias maju ataupun  bias mundur berarti dioda putus atau open circuit. Masalah nyata ketika menguji dioda dengan menggunakan fungsi pengujian dioda adalah pada dioda yag putus atau bocor kadang-kadang multimeter membacanya baik-baik saja. Hal ini terjadi karena multimeter digital menguji tegangan keluaran yang berkisar antara 500mv hingga 2v.

Multimeter analog disetel pada jangkauan x1 ohm mempunyai keluaran sekitar 3V (perhatikan 2 buah baterai 1,5V yang dipasang pada multimeter analog). tegangan 3V ini cukup untuk menunjukkan pembacaan yang akurat pada dioda yang kita uji. Meski kita menda patkan pembacaan pada jangkauan x1 ahm, hal ini tidak berarti bahwa diode dalam kondisi bagus.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda penyearah dengan avo analog


Setel Multimeter pada X10K Ohm dan tempatkan probe hitam pada katoda dan probe merah pada  noda. Dioda yang bagus akan men unjukkan hasil pembacaan nilai tertentu

Kita harus memeriksa dengan jangkauan x10Kohm untuk menguji lagi dioda. Tegangan keluaran pada jangkauan x10 kohm adalah sekitar 12 Volt ( ingat baterai 9 volt dalam meter - 1.5 volt + 1.5 volt+9 volt = 12 volt). pembacaan diode seharusnya hanya menunjukan satu pembacaan nilai resistansi. Sebagai pengecualian adalah dida Schottky yang memiliki dua pembacaan tetapi bukan pembacaan hubung singkat.

Jika meter menunjukkan satu pembacaan berarti dioda yang diuji berada dalam kondisi bagus. Jika memiliki dua nilai pembacaan berarti dioda hubung singkat atau bocor. Multimeter digital tidak dapat melakukan hal ini karena keluaran dari multimeter hanya sekitar 500 mv hingga 2 volt.

Jika diode breakdown ketika dibebani secara penuh, tidak ada cara untuk melakukan uji terhadap dioda ini (kecuali kita memiliki dioda tester yang mahal). Menggantinya dengan dioda yang diketahui bagus mungkin satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa dioda yang tersebut sebagai penyebab masalah.

Kadangkala dioda intermittent dapat diketahui dengan menggunakan semprotan pendingin dan hair dryer. Batas nilai dioda dalam Volt dan Ampere. Kita dapat menggunakan acuan buku "SEMICONDUCTOR DATA BOOK" untuk mengetahui spesitikasinya yang tepat. Pastikan agar menggunakan dioda dengan nilai yang sama atau lebih besar dibandingkan dengan spesifikasi aslinya.

Perhatian:


Pastikan bahwa sambungan listrik telah dilepas dari semua rangkaian sebelum melakukan  emeriksaan dan pengukuran diode karena jika tidak multimeter atau rangkaian bisa rusak.

Kesimpulan


Untuk melakukan pengujian dioda dengan benar, kita harus menggunakan multimeter
analog dan menyetelnya pada jangkauan x1 ohm dan x10Kohm. Dengan tips ini saya
pastikan anda akan memiliki keyakinan dalam pengetesan dioda.

Pengujian dan Pengukuran Dioda Bridge (dioda sistem jembatan)


Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda bridge


Penggunaan empat dioda yang disusun sebagai penyearah jembatan gelombang penuh sangatlah umum digunakan dalam power supply. Fungsi dari penyearah jembatan/ bridge rectifier dalam power supply adalah untuk Mengubah tegangan supply AC menjadi tegangan DC. Untuk penyearah gelombang penuh tidak perlu lagi untuk menggunakan empat dioda tunggal tetapi cukup menggunakan satu kemasan jadi sebagaimana terlihat pada gambar di bawah.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda bridge
Setiap kemasan memiliki dua masukan AC AC dan dua keluaran DC yang ditandai (+) and (-).


Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda bridge
Skema dari penyearah jembatan gelombang penuh

Penyearah jembatan diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti dioda tunggal yaitu berdasarkan tegangan reverse maksimal atau Peok Inverse Voltage (PIV) dan arusmaju/Forward Current, IF. Ditandai sebagai "BR" dalam rangkaian electronik

Langkah Pengukuran atau Pemeriksaan Dioda Bridge dengan AVO Analog


Setel multimeter analog pada X 10K Ohm dan tempatkan probe multimeter pada + dan ~  AC. Bisa kaki yang mana saja yang penting selama tidak menunjukkan pembacaan nilai resitansi rendah ketika posisi probe dibalik maka penyearah tersebut masih bagus. Harus menunjukan nilai hanya satu nilai pembacaan.

Berikutnya tempatkan kembali probe pada kaki + dan ~ yang lain (ada 2 kaki ~ AC pada penyearah jembatan) dan harus diperoleh satu pembacaan saja meskipun probe dibalik posisinya.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda bridge


Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda bridge

Dengan cara yang sama kita lakukan pengujian pada kaki - (negatif) dengan ~ AC yang pertama kemudian - (negatif) dengan ~ AC yang lainnya. Perhatikan foto gambar di bawah ini  untuk memahaminya. Ketika menemukan satu dioda dalam kondisi hubung singkat pada penyearah jembatan maka kita harus menggantinya dengan penyearah jembatan yang memiliki batas arus dan tegangan yang sama.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda bridge

Mengukur dan Menguji LED (light Emiting Diode)

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda LED
Bentuk umum LED 

Light emitting diode (LED) adalah sebuah dioda yang memancarkan cahaya ketika ada arus yang melewatinya, ketika mendapatkan bias maju/ forward bias. LED tidak akan memancarkan cahaya ketika diberi bias mundur/reversed-bias.

LED digunakan sebagai lampu indikator arus rendah pada beberapa peralatan rumahtangga dan industri such monitor, TV, printer, sistem hi-fi and dan panel kontrol mesin.

Sebuah LED hanya memerlukan tegangan sekitar 2v pada terminal anode dan yang lebih besar, arusnya yang besar akan dapat merusaknya. Untuk membatasi arus ketika menggunakan LED pada tegangan yang tinggi maka sebuah resistor harus dipasang secara serial dengan LED.

Untuk menentukan kaki mana anoda dan katodanya bisa dilihat pada bagian dalamnya. Katoda LED ditandai dengan sisi datar pada kemasannya. Kemampuan hidup dari komponen LED adalah sekitar 100.000 jam.

Menguji atau Pemeriksaan LED 


Ingat bahwa LED hanya akan memancarkan cahaya ketika diberi bias maju/bias. Jika LED tidak memancarkan cahaya ketika diberi bias maju/ forward bias berarti putus dan harus diganti. LED harus diperiksa pada kondisi tidak ada tegangan pada rangkaian.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda LED


Set multimeter (AVO) pada X1 dan tempatkan probe merah pada kaki katoda (kaki yang pendek) dan probe hitam pada kaki anoda (kaki yang lebih panjang). Pada kondisi ini seharusnya LED menyala.


Pengukuran dan Pengujian Dioda Zener


Metode pengujian dioda zener sepenuhnya berbeda dengan pengujian dioda. Kita memerlukan multimeter analog. Sebelum memulai pengujian kita harus memahami penandaan atau nomer part dari dioda zener dan kemudian melihat batas tegangannya.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda Zener
Dioda Zener IN4733A

Untuk mengetahui detail tegangan dioda zener sebaiknya menggunakan referensi seperti buku "PHILIP ECG SEMICONDUCTOR MASTER REPLACEMENT GUIDE" . Dengan begitu kita akan mudah untuk memeriksanya dengan multimeter kita untuk mengetahui apakah bocor, putus atau hubung singkat.

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda Zener


Pemasangan dengan nomer part yang salah dapat menyebabkan perangkat gagal berfungsi dan bisa berlaku aneh. Waktu dan uang akan terbuang jika kita tidak memahami cara mengidentifikasi spesifikasi dioda zener. Jika anda tidak bisa menemukan nomer part atau kode yang sesuai maka sangatlah sulit untuk memperbaiki peralatan tersebut.

Berikut adalah contoh untuk memahami beberapa kode pada dioda zener

2,4 = 2.4 Volt zener diode
2V4 = 2,4 Volt
10 = 10 Volt
BZX85C18 = 18 Volt 1 watt zener diode (buku : Philips ECG Semiconductors Transistor Cross Reference Guide)
BZY85C18=18 Volt 1/2 watt zener diode
1N4746= 18 Volt 1 watt zener diode.

Catatan:


Terdapat juga beberapa nomer part seperti BZVXXXXX yang bisa anda temukan pada buku "Philips ECG SEMICONDUCTOR BOOK"

Terkadang sebuah dioda sinyal tipe kaca biasa dianggap sebagai diada zener sehingga kita tidak memperoleh hasil pengukuran yang sebenarnya.

Jika anda telah memastikan bahwa dioda yang akan anda periksa adalah dioda zener maka anda dapat memrosesnya dengan menggunakan metode yang terbukti akurat untuk mengujinya. Untuk anda ketahui sebuah dioda zener dengan tegangan 2.4 volt hingga 12 volt harus memiliki dua hasil pembacaan ketika diuji menggunakan multimeter analog disetel pada jangkauan X10K ohm. Tetapi harus dipahami bahwa hasil pembacaan ini bukan merupakan pembacaan hubung singkat.

Ketika anda menempatkan probe multimeter pada dioda zener 2,4 volt menggunakan jangkauan x10 k ohm, satu cara akan menghasilkan pembacaan skala penuh/full scale (probe merah pada katoda dan probe hitam pada anoda) yang berarti jarum penunjuk akan menunjuk pada skala 0 ohms. Jika selanjutnya menyambungkan probe dengan cara sebaliknya (probe hitam pada katoda dan probe merah pada anoda) pointer akan menunjuk pada sekitar 2-4 ohm!

Jika dua cara diatas membuat jarum penunjuk pada 0 ohm maka dioda zener dapat kita anggap hubung singkat. Ketika anda mengukur dioda zener 5,1 volt, satu cara akan menunjuk 0 ohm sementara cara yang lain akan menunjuk resistansi yang lebih tinggi pada sekitar 20 hingga 60 ohm. Ini adalah merupakan karakteristik dari dioda zener yang bagus dan jangan menganggap bahwa multimeter menunjukkan dua pembacaan berarti dioda zener dalam kondisi rusak.

Jika anda mendapatkan dua pembacaan ketika mengukur dioda normal maka berarti dioda tersebut hubung singkat. Maka sebagaimana saya tekankan di muka, memeriksa dioda zener diode itu berbeda secara total dengan memeriksa dioda biasa

Cara Mengukur dan Menguji Komponen Dioda Zener dengan avometer analog


Ketika anda  menyambungkan probe multimeter untuk mengukur sebuah dioda zener 13 volt dan tegangan diatasnya, maka hanya akan menunjukkan satu pembacaan normal.pada jangkauan x10 K Ohm. Hal ini berarti ketika anda menghubungkan probe merah pada katoda dan probe hitam pada anoda akan menghasilkan pembacaan sedangkan ketika posisi probe dibalik tidak akan menunjukkan pembacaan sama sekali. Jika hasilnya menunjukkan dua pembacaan maka diode zener tersebut dipastikan hubung singkat atau bocor.

Sebaiknya jika melakukan penggantian diode zener, pastikan bahwa pengganti memiliki daya/watt yang sama atau yang lebih besar. Jika mungkin sebaiknya diganti dengan yang sama persis tegangan dan dayanya agar peralatan yang diperbaiki awet.Menggunakan Multimeter Analog untuk memeriksa dioda zener

Sumber: Modul Pengujian Komponen Elektronika (terjemahan MASIMMOW) dan pengalaman 

Cara Efektif Membuat Sistem Absensi Karyawan yang Efektif

Cara Efektif Membuat Sistem Absensi Karyawan yang Efektif
Membuat Sistem Absensi Karyawan yang Efektif

Dalam dunia HR atau Human Resource, absensi karyawan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Salah satu penilaian karyawan diambil dari absensi karyawan. Bayangkan jika di suatu perusahaan terdapat banyak sekali jumlah karyawan yang harus dinilai satu persatu, maka pekerjaan tersebut akan sangat melelahkan jika dilakukan tanpa adanya sistem absensi yang efektif.

Sistem absensi karyawan yang efektif bisa memudahkan proses dan managemen waktu yang ada di perusahaan. Aplikasi absensi karyawan android menjadi salah satu pilihan efektif untuk dipilih sebagai sistem yang bisa membuat anda lebih mudah untuk melakukan berbagai tujuan absensi. Dengan menggunakan aplikasi absensi karyawan berbasis android, selain lebih murah dari segi pengadaan aplikasi, sistem ini juga bisa digunakan dimana saja dan lebih fleksibel. aplikasi absensi karyawan android ini juga memiliki berbagai kelebihan lainnya. Berikut adalah beberapa cara agar sistem absensi karyawan bisa berjalan lebih efektif:

4 Cara Efektif Membuat Sistem Absensi Karyawan


Ada beberapa cara efektif yang bisa gunakan untuk membuat sistem absensi karyawan untuk kelancaran berjalannya perusahaan dan bisnis anda.

1.  Fokus Pada Peningkatan Produktivitas


Hal pertama adalah fokus terhadap produktivitas kerja para pegawai dan juga pekerja yang ada di perusahaan anda. Sistem absensi bisa dibilang berjalan efektif jika produktivitas kerja para karyawan dan juga pekerja di perusahaan anda ikut meningkat. Peningkatan produkvitas kerja ini tentunya akan berdampak positif bagi perkembangan bisnis dan perusahaan anda.

Sistem absensi karyawan yang efektif memiliki kemudahan dalam penggunaan, pengelolaan, dan penerapannya sehingga karyawan ataupun menajemen yang mengelola tidak mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan dalam proses yang berkaitan dengan absensi.

2.  Memberikan Data Yang Akurat


Sistem absensi karyawan berhubungan erat dengan jam kerja. Jam kerja sendiri bisa menentukan komponen perusahaan lainnya seperti penggajian karyawan, performa kerja, hasil kerja, dan juga produktivitas kerja lainnya. Cara menentukan sistem absensi karyawan yang paling efektif adalah dengan membuat sistem yang menampilkan data yang se-akurat mungkin.

Dengan data yang akurat perusahaan akan lebih mudah dan tentunya efisien dalam menentukan berbagai komponen lain yang berhubungan dengan absensi. Dalam hal ini, pekerjaan manajemen HR atau Human Resource menjadi lebih tepat sasaran.

3.  Pakai Sistem Absensi Yang Memiliki Fleksibilitas Tinggi


Sistem absensi efektif berarti juga memiliki tingkat fleksibilitas tinggi. Selain itu, fleksibilitas tinggi juga menambah sistem absensi menjadi lebih efisien dan juga produktif. Sistem absensi seharusnya memudahkan pegawai dan juga karyawan dalam melakukan pekerjaan dimana saja, dan kapan saja, namun perusahaan juga tetap bisa mengontrol dan memantau proses absensi.

Karyawan yang memiliki mobilitas tinggi, atau yang sering bekerja di luar kantor ini bisa lebih nyaman, dan bekerja lebih optimal.

4.  Memiliki Data Yang Terintegrasi Dan Aman


Teknologi yang berkembang memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal, salah satunya pekerjaan yang berkaitan dengan sistem absensi. Ada baiknya untuk membuat satu sistem absensi yang memiliki data terintegrasi untuk memudahkan pengelolaan data. Data yang terintegrasi memiliki keuntungan tersendiri, dari segi waktu tidak membutuhkan banyak waktu untuk melihat laporan, melihat performa kerja, dan menentukan besaran gaji yang dikeluarkan berdasarkan dengan jam kerja.

Selain itu kemanan data juga sangatlah layak dipertimbangkan. Dengan adanya berbagai data anda harus membuat sebuah sistem yang sangat aman dan memiliki resiko kecil terhadap kebocoran data yang mungkin terjadi.

Kesimpulan


Sistem absensi karyawan merupakan sebuah komponen vital yang ada di dalam perusahaan dan bisnis. Tanpa adanya sistem absensi karyawan yang bagus perusahaan akan sangat susah untuk berkembang dan juga maju. Sistem absensi karyawan seharusnya memiliki keempat komponen dasar yang sudah disebutkan di atas.

Jika anda ingin membuat sistem absensi karyawan yang mencakup semua komponen tersebut, linovHR menyediakan aplikasi absensi karyawan android yang bisa anda coba secara gratis. Aplikasi absensi karyawan android milik linovHR dibuat berdasarkan dengan kebutuhan perusahaan untuk bisa menjalankan roda perusahaan dengan lebih efektif dan efisien.

Jadi, tak ada gunanya menunggu. Gunakan aplikasi absensi karyawan android, dari LinovHR. Sistem absensi karyawan akan lebih efektif dan menghindari kecurangan data. Hubungi https://www.linovhr.com/ untuk trial secara gratis sekarang.

Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER

Cara Mengisi Tinta Epson L100 Tanpa serial number - Buat sahabat techno yang mempunyai atau menggunakan printer epson tipe L100 atau L200 mungkin pernah mengalami yang namanya habis tinta, yang ditandai dengan blinkingnya lampu indikator tinta dan printer tidak bisa digunakan untuk melakukan print. Kemudian setelah kita isi lagi tinta yang habisnya dengan tinta biasa tetapi ternyata tidak terdetek di PC dan tetap saja tidak bisa melakukan print karena harus memasukan serial number tintanya.

Sebenarnya sangat gampang untuk mengatasinya, kita tinggal beli tinta epson yang original di toko dan kita masukan serialnya pada saat mengisi tinta. Namun mungkin  akan sangat bermasalah buat mereka sahabat techno yang tinggal dipedesaan yang jauh dari kota, tetapi sangat membutuhkan printer untuk mencetak tugas dan sebagainya. oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin berbagi tips cara mengisi tinta printer Epson L100 tanpa serial number.

Isi tinta printer Epson L100/L200 tanpa serial number
Isi tinta printer Epson L100/L200 tanpa serial number


Dengan cara ini kita tidak harus menggukan tinta original, dan dengan tinta merek apapun bisa digunakan dengan catatan ini untuk keadaan darurat saja. Tidak dianjurkan untuk sahabat techno yang punya uang cukup untuk membeli tinta original dan dekat dengan toko yang menjual tinta original. Sebenarnya selain cara ini ada cara lain yaitu dengan memakai serial number sesuai warna yang sudah digunakan di komputer lain, atau mencarinya di website ..

Kelebihan dan kekurangan mengisi tinta Epson L100 tanpa serial number


Ada beberapa kelebihan dan kekurangan jika kita menggunakan trik ini. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangannya.

 1. Kelebihan


  • Bisa langsung isi semua tabung tinta tanpa menunggu indikator tinta habis
  • Tidak membutuhkan serial number tinta
  • Semua merek tinta bisa digunakan

 2. Kekurangan


  • Hanya bisa digunakan ketika tinta masih terdeteksi oleh driver printer atau oleh komputer
  • Jika indikator tinta sudah silang atau lampu indikator tinta sudah menyala maka cara ini tidak bisa digunakan.

Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
(Indikator tinta sebelum pakai trik ini)

Langkah mengisi tinta Epson L100 tanpa serial number


Untuk cara  pengisiannya biasa ikuti beberapa  ini langah berikut ini

  • Nyalakan printer Epson L100  atau L200 yang akan kita isi tintanya, dan jangan lupa untuk mengkonekannya dengan PC atau laptop  yang sudah ada drivernya, jika driver printernya belum terinstal makan silahkan untuk menginstalnya setelah printer terkoneksi dengan PC.
  • Kemudian buuka program adjustment atau reseter L100 ( sesuai tipe printer ) dan untuk tanggal komputer tidak perlu dirubah 
  • Untuk selanjutnya ikuti beberapa langkah berikut ini
Setelah program adjustment-nya terbuka, silahkan pilih tombol accept kemudian pilih tombol Particular Adjustment Mode.
    Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
    ( pilih Accept )
    Kemudian akan muncul menu berikutnya. Nanti akan ada banyak pilihan termasuk copy eeprom, cleaning, waste inkpad counter, dan banyak lagi. Pada pilihan ini, silahkan pilih menu Cleanig/ Inkcharge


    Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
    ( pilih menu cleaning/ink charge )


    Setelah anda memilih menu cleaning/inkcharge, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pada menu ini pilih menu innk charge. Lihat tanda panah pada gambar berikut ini.

    Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
    ( pilih Ink charge )

    Setelah itu akan muncul proses inkcharge seperit pada gambar di bawah ini.

    Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
    ( proses ink charge )

    Tunggu sampai terjadinya error atau muncul pesan error pada proses in kcharge seperti pada gambar berikut ini.

    Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
    Terjadi error
    Jika tidak muncul pesan error, cobalah pada saat sedang proses inkcharge sahabat cabut kabel powernya, diamkan beberapa detik kemudian nyalakan lagi.

    Setelah itu silahkan cek lagi apakah tinta sudah terdeteksi penuh pada driver di PC ?
    Jika  belum berhasil, silahkan coba sekali lagi.

      Cara Mengisi Tinta EPSON L100 Tanpa SERIAL NUMBER
      (Indikator tinta setelah pakai trik ini)

      Setelah berhasil mengisi indikator tinta pada komputer yang ditandai dengan indikator tinta pada yang sudah penuh, silakan isi tabung tinta sampai penuh semuanya.

      Tambahan:
      Jika setelah menggunakan cara di atas belum ada perubahan pada indikator tinta, coba rubah tanggal komputer ke tgl 4 Oktober 2007

      Kunci dari pengisian tinta dengan trik ini adalah harus muncul pesan error pada saat ink charge dengan menggunakan program adjustment atau reseter.

      Demikin tutorial tentang mengisi tinta printer L100 dan L200 tanpa serial number, semoga bermanfaat, dan saya ucapkan terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

      Cara Reset Catridge Printer Canon dengan Mudah

      Cara Reset Catridge Printer Canon dengan Mudah - Catridge adalah sebuah perangkat pada  printer yang berguna untuk menyimpan, mengatur dan tempat keluarnya tinta ketika proses mencetak.  Pada printer Canon bentuknya sangat berbeda jika dibandingkan dengan cartidge yang dipakai oleh printer yang bermerk Epson.

      Pada printer canon dalam sebuah catridge, didalamnya sudah termasuk tempat penampungan tinta serta print headnya yang sudah menyatu. Hal ini berbeda dengan yang digunakan pada printer merk Epson. Pada printer epson antara tabung penampungan tint dan print headnya terpisah.

      Catridge Canon ink
      Cartridge Canon

      Untuk anda yang menggunakan printer bermerk Canon pasti pernah melihat notifikasi catridge canon anda yang sudah habis dan muncul tanda serunya pada saat printer sedang melakukan proses print, Atau banyak kasus juga terjadi setelah pengisian tinta. Pada kondisi ini biasanya printer tidak bisa digunakan karena tinta yang terdetekasi oleh printer sudah habis dan harus segera diganti.

      Walapun cartidge sudah kita isi ulang tintanya namun tidak akan menghilangkan tanda serunya dan catridge akan terdetekasi habis oleh printer.

      Mengatasi Catridge Canon yang Error bertanda seru


      Masalah catridge yang terdeteksi habis dan ada tanta serunya ini muncul karena printer memberitahukan kepada kita bahwa cartridge harus di ganti dengan yang baru, atau harus melakukan refill dengan catatan harus melakukan reset terlebih dahulu untuk menghilangkan indikator tinta.

      Ketika notifikasi catridge habis dan muncul tanda seru muncul, sebenarnya printer masih bisa digunakan karena notif tersebut adalah informasi untuk penggunanya yang memberitahukan bahwa tinta hampir habis. Namun walaupun demikian dalam waktu dekat catridge canon tersebut tidak akan berhenti bekerja dan harus kita reset supaya bisa digunakan.

      Untuk cara mereset catridge canon yang sudah habis, silahkan ikuti beberapa langkah berikut ini.

      1. Hidupkan  printer anda,  Cartridge akan bergerak kiri dan kanan seperti biasa, silahkan tunggu sampai proses selesai
      2. Setelah printer standby, maka indikator printer akan berkedip yang menandakan bahwa catridge sudah habis.
      3. Untuk meresetnya silahkan cari tombol resume yang biasanya bergambar kertas pada tombolnya. Setelah itu tekan tombol tersebut selama kurang lebih 5 detik
      4. Setelah tombol resume ditekan selama 5 detik, biasanya printer akan otomatis melakukan head cleaning
      5. Silahkan tunggu sampai proses head cleaning selesai dan printer sudah siap untuk digunakan kembali.
      Itulah cara mereset catridge canon yang sudah habis,,, sangat mudah bukan,,, ? saya yakin pasti anda bisa melakukannya... Untuk melakukan proses reset ini, anda tidak perlu takut karena ini bukan merupakan kerusakan yang fatal.

      ket: 

      Jika setelah Cartidge canon anda sudah direset dan printer sudah bisa digunakan kembali namun indikator tanda seru masih ada, anda cukup mengabaikannya saja. Biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun jika tanda serunya tidak hilang dan lampu inkator tinta masih berkedip ( canon seri Mp), jika pada kodisi tersebut printer masih bisa dipakai untuk print, silahkan abaikan saja.

      Akhir kata saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan anda, jangan lupa like, share dan subscribe blog ini.

      Pengetesan dan Pengukuran Resistor Dengan Menggunakan Multitester

      Pengetesan dan pengukuran  resistor dengan menggunakan multitester - Pada postingan sebelumnya kami sudah membahas bagaimana cara menghitung resistor berdasarkan gelang warna dan kode angka pada body transistor. Setelah kita memahami penghitungan resistor  melalui kode warna dan kode angka, kali kami akan membahas bagaimana cara menghitung  nilai resistansi, memeriksa, atau melakukan pengetesan pada resistor dengan menggunakan avo meter atau multitester.

      Baca Juga


      Pengetesan atau pengukuran resistor dengan menggunakan multitester selain bertujuan untuk mengetahui nilai resistansi dari resistor, juga bisa digunakan untuk menentukan apakah resistor masih dalam keadaan bagus atau sudah rusak. Sebuah resistor dinyatakan rusak jika memiliki gejala sebagai berikut.

      1. Nila resistor hasil ukur menggunakan ohm meter atau multitester tidak sesuai dengan nilai yang tercantum pada body resistor tersebut. Hal ini berlaku untuk resistor jenis resistor tetap
      2. Tidak ada nilai hambatan pada hasil pengukuran. Hal ini terjadi karena resistor sudah putus
      3. Untuk resisitor variabel biasanya nilai hambatan berubah-ubah meskipun rotor tidak digerakan.



      Ket: Pada sebuah rangkaian gejala yang ditimbulkan karena kerusakan resistor sangat berbeda-beda tergantung fungsi resistor dalam rangkaian tersebut.



      Dengan cara mengukur resistor mengunakna alat kemudian membadingkan dengan nilai yang terlihat dari kode warna angka, kita bisa menentukan apakah resistor dalam keadaan bagus atau sudah rusak. Berikut ini adalah langkah cara melakukan pengetesan resistor dengan mengguanakan alat yang bernama ohm meter atau multitester


      Pengetesan resistor dengan menggunakan multitester atau ohm meter


      Ada dua cara untuk melakukan pemeriksaan dengan menggunakan multitester, yaitu menggunakan multitester analog dan multitester digital. Untuk melakukan pengetesan resistor yang berada dalam sebuah rangkaian, pada umumnya kita harus melepas resistor tersebut sehingga yang terbaca hanyalah resistor yang diperiksa dan bukannya komponen lain dalam rangkaian tersebut. Namun jika hendak memerika resistor tanpa melepasnya dari  rangkaian, maka harap diperhatikan dari kemungkinan rangkaian paralel pada resistor tersebut.

      a. Pemeriksaan resistor menggunakan Multitester Analog


      Ketika melakukan pemeriksaan resistor, maka kita diharuskan untuk mengetahui dari nilai resistor tersebut dengan cara melihat kode warna atau kode angkanya. Dengan begitu kita mengetahui nilai resistor yang akan kita periksa.

      Baca di sini : 

      Sebagai contoh kita akan memeriksa sebuah resistor dengan kode warna: kuning, ungu, hitam, dan emas dari hasil perhitungan melihat warna maka kita peroleh nilai resistansi resistor sebesar 47 ohm dengan toleransi 5%. Berikut adalah cara melakukan pengetesan dengan multitesteranalog:

      Sebelum kita ukur resistor kita perhatikan dulu skala saklar fungsi pada multitester. Biasanya pada skala yang ada pada saklar fungsi adalah  X1, X10, X100, X1K, X10K . Selanjutnya kita sesuaikan posisi saklar fungsi yang akan kita gunakan.


      Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
      skala saklar fungsi multitester
      • Jika resistor yang akan diukur nilainya dibawah 10 ohm maka kita posisikan saklar fungsi ke nilai X1
      • Jika resistor yang akan diukur nilainya diatas 10 ohm dan dibawah 100 ohm berarti saklar fungsi diposisikan pada nilai X100
      • Jika resistor yang akan diukur nilainya di atas 100 ohm dan dibawah 1000 ohm (1K) maka kita posisikan saklar fungsi ke nilai X1K
      • Jika resistor yang akan diukur nilainya diatas 1K ohm maka kita posisikan saklar fungsi ke nilai X10K 

        Intinya nilai resistor yang akan kita ukur harus berapa pada rentang nilai pada saklar fungsi. Sekarang kita lanjut ke tehnik pengukuran.

        • Posisikan saklar fungsi pada rentang yang dibutuhkan sesuai nilai resistor yang akan diukur seperti yang sudah dijelaskan di atas.
        • Hubungkan probe merah dan hitam multitester kemudian perhatikan jarum multitester. kemudian atur posisi jarum supaya menunjuk ke angka Nol (0) dengan cara memutar potensio (adjuster) yang berada tepat dibawah jarum . Hal ini bertujuan supaya hasil pengukuran menjadi akurat. Istilah ini disebut kalibrasi 
        • Hubungkan probe multitester pada kaki  resistor, penempatan probe bisa bolak balik karena resistor tidak memiliki polaritas.
        • Baca hasilnya dengan melihat nilai yang ditunjukan oleh jarum

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
        Letak skala pembacaan hasil pengukuran ohm 

        Contoh 1: 

        Nilai resistor yang akan diukur adalah resistor dengan nilai hambatan sebesar 47 ohm. dengan demikian berarti saklar fungsi diposisikan ke skala X1. Jika jarum menujuk ke angka 47 pada skala jarum, maka resistor dalam kedaan bagus. Namun jika jarum menunjukan ke angka yang jauh lebih besar atau jauh lebih kecil berarti nilai resistor sudah berubah dan  harus diganti. Kemudian jika jarum tidak bergerak berarti resistor sudah putus.


        Contoh 2.

        Resistor dengan nilai 150 K. Berarti posisi saklar fungsi harus ke posisi X10K, Dengan demikian ketika diukur oleh multitester analog jarum mustimeter harus menujuk ke angka  15.

        15x 10K = 150K


        ket :

        Letak jarum kemungkinan tidak akan persis tepat menunjuk ke angka yang sesuai dengan nilai resistor, hal ini bisa disebabkan karena toleransi yang ada pada resistor. Sehingga hasil pengukuran bisa sedikit lebih kecil atau lebih besar dari nilai yang ditujukan oleh kode warna pada resistor tersebut.

        Jika kita salah mengatur saklar fungsi maka pengukuran akan sangat sulit untuk dibaca, atau bahkan tidak nilainya tidak terbaca oleh multitester. Sebagai contoh misalnya kita akan mengukur resistor dengan nilai 150K kemudian kita posisikan saklar fungsi ke skala X1. Maka dari hasil pengukuran kemungkina jarum tidak akan bergerak. Kalaupun bergerak, maka jarum akan bergerak sedikit saja

        b. Pemeriksaan resistor menggunakan Multitester Digital


        Ketika menggunakan multitester analog untuk memeriksa sebuah resistor maka kita masih harus menebak atau menghitung hasil yang ditunjuk oleh jarum multitester misalnya angka yang ditunjuk oleh jarum itu 50,5 ohm atau 50,8 ohm. Kita  juga diharuskan melakukan kalibrasi yaitu merubah posisi jarum ke angka nol sebelum pengukuran. Namun dengan menggunakan multitester digital hal tersebut tidak perlu dilakukan lagi karena nilai yang ditampilkan pada LCD adalah nilai yang sebenarnya. Selain itu tidak perlu dilakukan kalibrasi sebelum melakukan pengukuran resitor seperti halnya menggunakan multitester analog.

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
        multitester digital


        Cara pengukuran resistor menggunakan multitester digital
        • Pertama, rubah posisi saklar fungsi ke posisi ohm ( ada lambang ohm )
        • Tempatkan kedua probe multitester ke kaki resistor 
        • Lihat nilai yang ditunjukan pada LCD multitester. Nilai yang ditunjukan pada display atau LCD adalah nilai yang sebenarnya.

        Jika Anda seorang pemula dan hendak mengukur nilai hambatan resistor yang ada pada rangkaian, Maka sebaiknaya lepas terlebih dahulu salah satu kakinya. Hal ini bertujuan supaya pengukuran lebih mudah dilakukan dan mendapatkan nilai yang akurat.


        Mengunakan multitester digital sangat lebih mudah dibanding menggunakan multitester analog. Selain itu menggunakan multimenter digital akan dipatkan hasil ukur yang akurat.


        Pengujian dan Pengukuran Resistor Variabel


        Resistor variabel/Variable resistor (VR) disebut juga sebagai potensiometer atau rheostat, menggunakan suatu pisau besi yang memutar sepanjang cincin film resistif/resistif film. Anda dapat mengubah nilai resistansinya dengan memutar tombolnya.

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
        Resistor variabel yang biasa Nilai 5 K Ohm dicetak pada bagian belakang ditemukan di pasaran

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
        Bagian Dalam Resistor Variabel

        Kegagalan pada variable resistor biasanya terjadi karena sambungan yang kadang nyambung kadang tidak /intermittent antara pisau penyapu dan lapisan resitif. Kadangkala dapat juga terbakar karena
        menyebabkan putusnya sambungan. Harap diperhatikan bahwa lapisan resistif ini akan menipis akibat wiper yang bergerak bolak-balik melewatinya. Hal ini akan menyebabkan sambungan yang tidak bagus pada beberapa titik. Sambungan yang tidak bagus ini dapat menjadi penyebab beberapa masalah operasi yang tidak menentu.

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester


        Perbaikan Resistor Variabel


        Jika terjadi sambungan/koneksi intermittent yang disebabkan oleh debu dan kotoran, gunakanlah pembersih sambungan elektroník berbasis minyak atau electronic oil- based contact cleaner yang dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Tetapi, jika masalah ini disebabkan oleh ausnya lapisan resistif, maka pilihan solusinya hanya dengan mengganti variabel resistor.

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
        Membersihkan variabel resistor dengan contact cleaner


        Anda dapat memeriksa resistansi dari variabel resistor menggunakan multimeter analog.Setel jangkauan ohm sebagaimana terlihat pada gambar dibawah.

        Pengetesan dan Pengukuran  Resistor Dengan Menggunakan Multitester
        Pengujian Resistor dengan AVO meter


        Menguji variable resistor menggunakan multimeter analog


        Jika anda mengukur kaki 1 dan 3 maka didapatkan pembacaan nilai variable resistor. Pasang satu  robe pada kaki 1 dan 2 (a) variable resistor sementara probe yang satunya pada kaki 3. Putar tombol searah jarum jam dan melawan arah jarum jam untuk melihat perubahan nilai resistansi.

        Multimeter haruslah menunjukkan pembacaan yang halus. Jika pembacaan tidak menentu maka penunjuk akan bergerak tidak terkendali atau juga tersendat. Anda dapat memperbaiki atau mengganti variabel resistor yang seperti ini.

        Apabila nilaí resistansi variabel resistor adalah 10kΩ, maka nilai permbacaan harus bervariasi dari 0 Ω hingga 10KΩ. Begitu juga sebaliknya jika anda memutar kembali ke arah yang sebaliknya.

        Berkut adalah beberapa perhitungan sederhana untuk menjelaskan makna dari kode yang tercetak pada varíable resistor:

        12 = 100 = 100 ohm
        13 = 1000 = 1000 ohm = 1 Kilo Ohm
        54 = 50000 = 50000 ohm= 50 Kilo Ohm
        102 = 1000 = 1000 ohm = 1 Kilo Ohm
        203 = 20000 = 20000 ohm = 20 Kilo Ohm
        523 = 52000 = 52000 ohm = 52 Kilo Ohm

        Testing Preset merupakan versi mini dari variabel resistor standar. Testing preset dirancang untuk terpasang secara langsung pada PCB dan disetel hanya ketika rangkaian dibangun. Sebagai contoh setelan warna pada monitor warna dilakukan dengan mengubah preset yang terdapat pada CRT board.

        Sebuah obeng plastik atau peralatan lain yang sesuai digunakan untuk mengubah setelan. Resistor Preset ini lebih murah dibandingkan resistor variabel standar sehingga kadangkala digunakan dalam proyek elektronik yang biasanya menggunakan variabel resistor standar. Testing preset sama persis dengan variable resistor dan dapat diperiksa dengan prosedur pengujian yang sama dengan variable resistor.

        Itulah penjelasan mengenai cara melakukan pengukuran pada resistor dengan menggunakan multitester. Semoga bermanfaat


        Sumber Artikel:
        Pengalaman pribadi, modul pengujian komponen elektronika (terjemahan masimmow), dan sumber lainnya

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika - Multimeter Analog tidak memiliki pengukuran arus AC tetapi hanya arus DC. Pada proses pencarian kesalahan dan perbaikan, anda jarang sekali melakukan pengukuran arus.

        Kebanyakan multimeter digital mempunyai pilihan pengaturan arus AC (ACA or lac) dan Arus DC (DCA atau Idc) dalam sebuah rangkaian, meski demikian hanya sedikit sekali jangkauan yang dapat dipilih. Normalnya multimeter analog tidak memiliki jangkauan arus AC.

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika
        Pengukuran arus pada rangkaian


        Sebagaimana pada pengukuran tegangan, arus diukur ketika rangkaian bekerja dengan daya terpasang, tetapi arus harus diukur secara seri dengan rangkaian atau komponen yang diperiksa.

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika
        Mengukur arus dengan multimeter digital


        Tombol Pengukuran Arus DC menggunakan Multimeter Digital. Jika ditekan tombol biru akan berubah menjadi Pengujian arus AC

        Tehnik Mengukur Arus Pada Rangkain Elektronika


        Memasang sebuah multimeter secara seri, bukan merupakan pekerjaan mudah. Pada beberapa kasus anda harus secara fisik memotong jalur pada titik yang ingin diperiksa dan  emudian memasang probe pemeriksa melintasi potongan tersebut. Meskipun mudah untuk memotong rangkaian, perlu diingat bahwa anda harus menyambung kembali rangkaian tersebut.

        Setel multimeter pada fungsi yang dikehendaki (DCA atau ACA) dan pilih jangkauan yang sesuai. Jika anda tidak yakin dengan jangkauan yang tepat, setel multi pada jangkauan terbesar. Pastikan  ahwa multimeter dapat menangani jumlah arus yang anda harapkan.

        Matikan semua daya ke rangkaian sebelum menyisipkan sebuah ampere meter sebagaimana terlihat pada foto di bawah. Sisipkan multi dan pasang kembali sumber tegangan. Baca nilai arus secara  langsung dari panel LCD multimeter.

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika
        Tehnik pengukuran arus pada rangkaian eleltronika


        Untuk melakukan pemeriksaan arus pada sebuah rangkaian elektronika, Anda harus melepas sambungan (jumper) jalur. Setelah itu silahkan menyambungkan DC ampere meter melintasinva.
        Sebagai contoh pada 2 gambar di bawah ini.

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika
        Cara salah dalam melakukan pengukuran arus

        Gambar di atas adalah tindakan yang salah pada saat melakukan pengukuran arus. Dikatakan salah karena pada saat pengukuran arus, penyambung atau jumper jalur tidak dilepas terlebih dahulu.

        Kemudian untuk gambar dibawah ini adalah cara yang tepat dalam pengukuran arus pada rangkaian elektronika. Sebeleum dilakukan pengukuran arus, jalurnya di pisahakan dulu

        Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika
        Jumper dilepas dulu pada saat mengukir arus dengan multimeter



        PERHATIAN

        Jangan pernah mencoba membaca arus secara paralel. Menempatkan ampere meter secara paralel dapat menyebabkan hubungan pendek rangkaian yang dapat merusak komponen, rangkaian yang diperiksa atau bahkan multimeter anda


        Perbaikan Socket Charger Nokia Lumia 1020 Tidak bisa charge

        Perbaikan  Socket Charger Nokia Lumia 1020 Tidak bisa charge - Technodand pada kesempatan ini ingin membagikan sebuah pengalaman bagaimana cara mengatasi atau memperbaiki socket atau port charger pada handphone Lumia 1020. Ide untuk menulis artikel ini  muncul karena beberapa waktu lalu technodand memperbaiki hp tipe ini milik technodand pribadi.

        Sebenarnya untuk mendapatkan spare part socket charger ini kita bisa membelinya secara online. Namun karena harganya  yang sedikit mahal dan penjualnya pun rata-rata dari luar seperti alliexpress dan ebay, maka technodand memutuskan untuk memperbaikinya.

        Gejala kerusakan port charger pada Smartphone 


        Jika diantara sobat pembaca yang kebetulan memiliki permasalahan yang sama, semoga saja artikel ini bisa membantu sobat semuanya. Adapun gejala yang disebabkan karena ada kerusakan pada port charger ini biasanya seperti berikut ini.

        • Handphone tidak bisa charge
        • Tidak bisa konek data dari hp ke komputer 
        • Sering muncul notifikasi USB Not Recognized ketika dihubungkan dengan komputer
        Baca juga:Cara Flashing Nokia Lumia yang Mati Total UNBRICK  

        Berdasarkan pengalaman untuk lumia ini gejala tersebut biasanya terjadi karena jalur pada kabel flexibel dari port usb ke mainboard hp ada yang putus dan untuk bagian portnya biasanya jarang rusak. Sebelum melakukan perbaikan terlebih dahulu siapkan alat dan bahan yang akan digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut.

        • Hp Lumia 1020 yang akan diperbaiki
        • Obeng bintang ( ukurannya lupa jadi sebaiknya sediakan saja yang satu set )
        • Kabel email atau kabel jumper. Kabel ini bisa dibeli di toko spare part handphone
        • Solder dengan mata solder yang runcing 
        • flux atau lotfet untuk memudahkan proses penyolderan
        • Timah dengan kualitas yang bagus  
        • Avo meter

        Perbaikan port charger nokia lumia 1020


        Jika semua alat dan bahan sudah ada, selanjutnya ke tahap perbaikan socket charger lumia 1020.
        Untuk langkah pertama bongkar lumia 1020 anda. Bagian atau komponen yang harus dibongkar atau dilepas adalah LCD, baterai, serta mainboardnya.

        Perbaikan  Socket Charger Lumia 1020 Tidak bisa charge
        Setelah MB dilepas

        Setelah mainbord LCD di lepas selanjutnya kita fokus pada fleksibel port charger. Silahkan ukur koneksi dari port charger ke socket yang tehubung ke mainbord. Untuk mengukurnya, gunakan Ohm (avo) meter dengan scala x1, jika jalur yang putus sudah ditemukan, lakukam jumper dengan menggunakan kabel email.

        Untuk kasus yang dialami technodand, ujung kabel flexibel yang menempel pada socket charger sudah rusak parah, jadi technodand langsung memotongnya untuk memudahkan solder-menyolder kabel jumper. Jalur yang harus disambung jumlahnya ada 4 jalur yaitu jalur tegangan charger positif (+) ground dan dua jalur untuk transfer data.

        Jika anda sedikit kebingungan untuk menentukan  kabel mana yang harus disambung, perhatikan gambar di bawah ini.

        Perbaikan  Socket Charger Lumia 1020 Tidak bisa charge
        Jalur yang harus dijumper
        Jika sudah selesai jumper ke-empat jalurnya, lakukan pengetesan terlebih dahulu, yaitu dengan cara memasang mainboard dan batre saja. Setelah itu hubungkan lumia 1020 anda ke komputer. Jika lumia L1020 anda terdeteksi, berarti anda sudah berhasil. Langkah selanjutnya silahkan rakit kembali seperti semula.

        Itulah pembahasan cara memperbaiki port charger lumia 1020 yang tidak bisa dicharge, dan semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang difahami, silahkan tinggalkan komentar anda. Jangan lupa untuk like,share dan subscribe www.technodand.net. Terima kasih

        Cara Aman Melepas Ketas nyangkut atau Paper Jam Pada Printer Epson L series

        Cara Aman Melepas Ketas  nyangkut atau Paper Jam Pada Printer Epson L series - Kembali technodand.com membuat sebuah postingan tentang perbaikan printer.  Pada postingan ini sebenarnya bisa dikatakan bukan tentang perbaikan namun lebih ke tips yaitu bagaimana cara melepas kertas yang nyangkut pada printer epson L series seperti L110, L300, dan L310 ketika printer sedang digunakan.

        Sebenarnya untuk penanganan dimana kertas nyankut pada saat printer di gunakan bisa dikatakan sangat mudah, kita hanya tinggal menarik kertas nyangkut tersebut dan masalah pun beres. Namun pertanyaannya bagaimana cara yang tepat .... ? Itulah yang akan saya bahas pada postingan ini.

        epson L110-L210-L300-L310-paper-jam
        Paper jam

        Sebelum pokok utama  bagaimana cara yang tepat untuk melepas kertas yang nyangkut pada printer, marilah kita perhatikan dulu "mengapa bisa terjadi paper jam (kertas nyangkut) pada printer..?". Paper jam pada printer sebenarnya bisa di sebabkan oleh banyak faktor diantanya adalah sebagai berikut.

        • Ada benda asing yang menghalangi jalur keluarnya kertas misalnya balpoin, penggaris , isi staples dll. Kondisi ini merupakan kasus yang sangat sering terjadi. Baik pada printer yang sudah lama, maupun printer yang baru sekalipun. 
        • Penggunaan kertas bekas. Kertas bekas juga bisa menyebabkan terjadinya paper jam. Seperti yang kita tahu bahwa biasanya kondisi kertas jarang ada yang mulus 100%, misalnya bagian ujungnya kusut, permukaannya tidak rata, dll. Akibatnya proses penarikan kertas pada saat printer digunakan akan terganggu dan alhasil kertas nyangkut di tengah-tengah. 
        • Mekanik kertas yang sudah tidak bekerja dengan baik. Kondis ini biasanya terjadi pada printer yang sudah digunakan cukup lama sehingga sehingga ada bagian atau komponen yang sudah mulai rusak. 
        Itulah beberapa penyebab terjadinya paper jam. Dari ketiga poin tersebut kita bahas dua poin saja yaitu yang pertama dan kedua. Untuk yang poin ke tiga perlu dilakukan juga perbaikan  lebih lanjut pada mekaniknya dan sudah di bahas pada postingan sebelumnya.

        Untuk menyelesaikan kasus ini biasanya user langsung menarik kertas yang nyangkut tersebut tanpa memperhatikan komponen lainnya. Meskipun pada saat ditarik kertas terasa berat namun biasanya user akan memaksa menarik kertas tersebut sampai lepas. Kondisi inilah yang bisa memperparah kerusakan misalnya sensor kertas patah, per pada sensor lepas dan lain sebagainya.

        Selain itu kertas yang ditarik paksa bisa menyebabkan kertas sobek dan sobekannya akan tertinggal di area jalur keluarnya kertas. Oleh karena ini pada tulisan ini saya ingin membagikan sebuah tips atau langkah-langkah bagaimana cara yang tepat untuk melepas kertas yang nyangkut pada printer terutama printer epson L110, L300, dan L310. Untuk printer dengan tipe lain juga pada dasarnya bisa dikatakan sama.

        Baiklah kita kembali ke pokok permasalahan... Bagaimana cara menyelesaikan permasalahan paper jam, dalam hal ini cara melepas kertas yang nyangkut agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.

        Cara Melepas kertas yang nyangkut (paper jam) pada Printer


          Langkah pertama adalah perhatikan kertas yang nyangkut apakah kertas bisa ditarik ke arah depan ( arah keluarnya kertas ). Jika memang masih bisa, cobalah tarik dengan perlahan sampai kertas benar-benar lepas. Namun jika kertas tidak bida di tarik atau bahkan sobek, lanjutkan ke tahap berikutnya.
            Bongkar casing printer seperti biasa, Untuk cara membongkar casing pada printer jenis ini, anda bisa melihat pada postingan saya sebelumnya. Setelah casing berhasil dibongkar,  kemudian lihat pada gambar berikut, Lepas komponen yang saya tandai dengan anak panah.

            epson L110-L210-L300-L310-paper-jam
            Lepas komponen yang diberi tanda anak panah

            Untuk langkah selanjutnya, tekan bagian yang diberi tanda kemudian tarik kertas yang nyangkut secara perlahan dan hati-hati. Jika Kertas yang nyangkut banyak, lakukan sedikit demi sedikit. Yang perlu diperhatikan adalah cara mencabut kertasnya harus dilakukan secara hati-hati dan perlahan supaya tidak merusak komponen lainnya.

            epson L110-L210-L300-L310-paper-jam
            Tarik kertas dengan perlahan

            Bersihkan area tempat kertas dari sisa-sisa kertas yang sobek atau dari benda-benda yang lainya yang dapat mengganggu atau menghalangi keluarnya kertas pada saat printer sedang digunakan.

            Untuk langkah terakhir perhatikan komponen-komponen lain apakah ada komponen yang posisinya berubah atau bahkan mungkin ada yang patah...? Jika ada komponen yang posisinya berubah, segera kembalikan posisinya ke tempat yang benar. Dan jika ada yang patah, segera ganti dengan yang masih bagus atau anda bisa memperbaikinya.

            epson L110-L210-L300-L310-paper-jam
            Periksa komponen yang diberi tanda

            Jika sudah selesai langkah selanjutnya adalah pengetesan, Silahkan tes apakah printer bekerja dengan normal. Cara pengetesannya bisa dengan cara tes print gambar atau yang lainnya yang penting ada proses penarikan kertas pada printer tersebut.

            Jika semuanya sudah normal, segera pasang lagi casing printer seperti semula. Cukup mudah bukan ....? saya yakin pasti anda bisa melakukannya.

            Itulah uraian tentang bagaimana cara mengatasi printer ketika terjadi paper jam atau lebih tepatnya bagaimana cara melepat kertas yang nyangkut pada printer dengan tepat. Perlu diperhatikan juga, jika setelah kertas yang nyangkut berhasil dilepas, namun error paper jam masih muncul, kemungkinan ada komponen yang lain yang mengalami masalah. Silahkan konsultasikan dengan teknisi andalan anda..

            Sekian tulisan ini saya buat, semoga bisa memberikan manfaat, mohon maaf atas segala kekurangan. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih atas kujungan anda. Jangan lupa untuk like share dan subscribe blog ini  terima kasih.